Ringkasan konsep Sunni Pandangan Islam tentang uang Uang dalam Islam adalah uang Tuhan Dia memberi rezeki kepada sebagian hamba-Nya Dan penghargaannya satu sama lain Tuhan Yang Maha Esa bersabda Tuhanmu memberikan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan tentukan Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui dan Maha Melihat hamba-hamba-Nya Bukan untuk mereka yang diberi rezeki oleh Allah Kebebasan mutlak dalam uang yang Tuhan berikan kepadanya Sebaliknya, dia mempunyai kewajiban di dalamnya karena dia adalah penerusnya Tidak ada pemilik sebenarnya Tuhan Yang Maha Esa bersabda Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang menjadikan kamu penerusnya Dan Yang Mahakuasa berkata Dan berilah mereka sebagian dari harta Allah yang telah Dia berikan kepadamu Tuhanlah pemilik uang itu Dia telah menetapkan takarannya pada kategori hamba-hamba-Nya Hal itu akan diberikan kepada mereka oleh siapa saja yang telah diberikan Allah kepadanya Jadi dia benar-benar menamainya Seperti yang difirmankan Tuhan Yang Maha Esa Dan berikanlah haknya kepada sanak saudara, orang miskin, dan musafir Allah menutup ayat tentang pencairan zakat dengan bersabda: Sebuah kewajiban dari Tuhan Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana Pandangan ekonomi dalam Islam Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa selama uang adalah uang Tuhan Oleh karena itu, ia tunduk pada segala sesuatu yang Allah putuskan tentang dirinya Menganggap uang sebagai yang pertama Baik dalam cara memperolehnya maupun memilikinya Atau dalam cara pengembangannya Atau cara penggunaannya Orang yang merampas uang itu tidak bebas melakukan apa pun yang diinginkannya Seperti yang diklaimnya, kapitalisme tidak bermoral dan brutal