Ringkasan konsep Sunni Keluarga dan kepedulian terhadap hak orang tua dan kerabat lainnya Dalam keluarga Muslim, anak-anak harus dibesarkan untuk menghormati hak-hak orang tuanya dan memaksimalkan nilai-nilai mereka Dalam menganjurkan dan memerintahkannya, hal itu dibarengi dengan perintah untuk beribadah kepada Tuhan dan bertauhid kepada-Nya Dan sembahlah Allah dan jangan mempersekutukan-Nya dengan apa pun, dan berbuat baiklah kepada orang tua Namun amal tidak terbatas pada mereka saja Sekalipun itu didahulukan dari semua jenis amal lainnya Namun meluas kepada seluruh sanak saudara, tetangga, anak yatim, fakir miskin, dan sebagainya Jadi ayat itu selesai Dan kaum sanak saudara, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan tetangga, dan tetangga, dan tetangga, dan tetangga, dan musafir, dan apa saja yang dimiliki oleh tangan kananmu. Allah tidak menyukai orang yang sombong dan sombong Akhir ayat tersebut menunjukkan bahwa mengabaikan dan lalai di dalamnya adalah suatu bentuk kesombongan, kesombongan, dan kesombongan Merawat hak orang tua tidak sebatas tinggal bersama mereka dalam satu keluarga dan satu rumah Sebaliknya, ketika seorang putra atau putra sudah besar dan masing-masing dari mereka menikah Dia berpisah dari orang tuanya, membentuk keluarga mandiri Orang tuanya bertambah tua dan semakin tua Dalam hal ini, kebenaran, kepedulian, dan sikap tidak mengabaikan mereka ditegaskan Tuhan Yang Maha Esa bersabda Tuhanmu telah menetapkan bahwa kamu tidak boleh menyembah selain Dia dan berbuat baik kepada orang tuamu Salah satu atau keduanya akan mencapai usia tua bersamamu, jadi jangan katakan “bercinta” atau menegur mereka Dan berbicaralah kepada mereka dengan ramah Dan turunkan kepada mereka sayap kerendahan hati karena belas kasihan Dan katakanlah, “Ya Tuhanku, kasihanilah mereka sebagaimana mereka membesarkanku ketika aku masih kecil.” Tidak ada anak laki-laki yang terganggu oleh keluarga dan tanggung jawab barunya Ringkasan konsep Sunni