WEBVTT

00:00:00.180 --> 00:00:08.640
Ringkasan konsep Sunni

00:00:08.640 --> 00:00:11.630
Ilmu logika

00:00:11.630 --> 00:00:15.630
Sebuah ilmu yang berbicara tentang persepsi dan keyakinan

00:00:15.630 --> 00:00:18.629
Bagaimana mewujudkan dan membuktikannya

00:00:18.629 --> 00:00:22.629
Penulisnya mengklaim bahwa ini adalah aturan umum

00:00:22.629 --> 00:00:26.629
Ketaatan terhadapnya melindungi pikiran dari kesalahan dalam berpikir

00:00:26.629 --> 00:00:28.629
Dan dosanya yang besar

00:00:28.629 --> 00:00:30.629
Itu hanya berdasarkan alasan saja

00:00:30.629 --> 00:00:33.630
Dan menjadikannya tandingan terhadap teks hukum

00:00:33.630 --> 00:00:38.950
Meskipun ilmu logika memiliki beberapa detail yang mungkin dapat mengambil manfaat darinya

00:00:38.950 --> 00:00:43.950
Namun, hal itu memudar dari kesalahan dan kebingungan yang dikandungnya

00:00:43.950 --> 00:00:48.950
Lebih baik menjauhinya agar tidak terjerumus ke dalam kepalsuan

00:00:48.950 --> 00:00:52.950
Hal ini berdasarkan firman Tuhan Yang Maha Esa tentang anggur

00:00:52.950 --> 00:00:55.950
Mereka bertanya kepada Anda tentang alkohol dan perjudian

00:00:55.950 --> 00:01:00.950
Katakanlah: Di dalamnya terdapat dosa yang besar dan manfaatnya bagi manusia

00:01:00.950 --> 00:01:03.950
Dosa mereka lebih besar daripada manfaatnya

00:01:03.950 --> 00:01:10.109
Jika ada kebutuhan untuk mengetahuinya dan mengambil manfaat dari apa yang benar di dalamnya

00:01:10.109 --> 00:01:13.109
Dan menyikapi apa yang salah di dalamnya

00:01:13.109 --> 00:01:16.109
Biarlah hanya sebagian ulama saja yang mempelajarinya

00:01:16.109 --> 00:01:19.109
Mereka yang menguasai ilmu Al-Qur’an dan Sunnah

00:01:19.109 --> 00:01:24.109
Dan lindungi mereka agar tidak terjerumus ke dalam kesesatan dan kekeliruan

00:01:24.109 --> 00:01:26.109
Biarkan mereka belajar buku bersamanya

00:01:26.109 --> 00:01:32.109
Tanggapan Ahli Logika oleh Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah semoga Allah merahmatinya

00:01:32.109 --> 00:01:37.109
Dia mengambil manfaat darinya, berhasil di dalamnya, dan menyangkalnya hingga ke akar-akarnya

00:01:37.109 --> 00:01:43.109
Hal ini mendahului Eropa, dimana Hegel mengkritiknya berabad-abad kemudian
