Ringkasan konsep Sunni Ketiadaan Tuhan merupakan perasaan yang mengisi hati seorang hamba yang beriman dan membedakannya dengan orang yang tidak beriman Sebaliknya, hal ini membedakan orang-orang beriman yang mengingat dan bersabar dengan orang-orang Muslim yang lalai dan takut Orang beriman memahami makna firman Tuhan Yang Maha Esa Wahai manusia, kamu miskin di hadapan Tuhan Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji Dia tidak akan menjadi tirani atau mengabaikan Tuhannya dalam sekejap mata Dia tidak mengambil jalan apapun dalam segala keadaannya kecuali hanya kepada Tuhan saja Barangsiapa yang kekurangan Tuhannya dalam segala keadaannya, maka ia tidak bersandar pada dirinya sendiri dalam hal apapun Dia mengatakan pagi dan sore Wahai Yang Hidup Abadi, Wahai Yang Hidup Abadi, atas rahmat-Mu aku memohon pertolongan Perbaiki semua urusanku untukku Dan jangan tinggalkan aku sendirian dalam sekejap mata Diriwayatkan oleh Al-Nasa’i dan Al-Bazzar dan disahkan oleh Al-Albani Adapun orang-orang yang lalai dan mengupayakan keberkahan Allah atas dirinya Mereka sombong dan memberontak terhadap Tuhannya yang berada dalam keadaan rahmat dan sejahtera Mereka mungkin tidak merasa kekurangan Tuhan Kecuali jika penderitaan itu menjadi parah dan mengepung mereka dari segala sisi Tuhan Yang Maha Esa bersabda Dan apabila suatu bencana menimpa kamu di laut, maka siapa pun yang kamu seru, maka dia akan tersesat kecuali Dia Saat dia menyelamatkanmu untuk mendarat, kamu berbalik Orang itu tidak tahu berterima kasih Dan Yang Mahakuasa berkata Jika bahaya menimpa seseorang, dia memanggil kita di sisinya, duduk, atau berdiri Ketika Kami hilangkan musibah darinya, dia meninggal dunia seolah-olah dia tidak mengajak kami untuk musibah yang menimpanya Demikian pula apa yang biasa mereka lakukan telah dijadikan menyenangkan hati orang-orang yang boros