Ringkasan konsep Sunni Untung dan rugi dalam keseimbangan ketidaktahuan Manusia yang bodoh mengukur untung dan rugi Dialah yang tidak mementingkan skala sebelumnya Sebaliknya, ia membatasi keuntungan dan kerugiannya pada keuntungan dan kerugian sesaat di dunia ini Tuhan Yang Maha Esa berfirman tentang orang-orang seperti mereka Mereka berkata, “Kami mempunyai lebih banyak harta dan anak, dan kami tidak akan dihukum.” Dia berkata tentang orang-orang yang menginginkan uang Qarun Maka dia pergi menemui kaumnya dengan mengenakan perhiasannya Beliau menjawab: Orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia Saya berharap kita mendapatkan apa yang diberikan Qarun. Dia sangat beruntung Tidaklah tersembunyi apa yang dimaksud dengan keseimbangan untung dan rugi yang bengkok ini Salah satu buah yang mendukakan pemiliknya di dunia dan akhirat Dari kesengsaraan, kesulitan dan siksaan yang ditimbulkannya di dunia ini Dan siksa yang paling besar adalah di akhirat Sisik seperti itu membuat pemiliknya melupakan akhirat Dan persaingan di dunia dan reruntuhannya Dan kombinasi halal dan haram Di atas kehinaan, kekejaman, dan ketidakadilan yang melekat dalam jiwa Dia menderita kecemasan dan kemarahan ketika bencana terjadi Dan ketika dia kehilangan kesenangan dunia, seperti uang dan anak Dan kelangkaan dan keegoisan yang Anda jalani Mencintai diri sendiri dengan mengorbankan orang lain