Ringkasan konsep Sunni Partai dan keberpihakan Keberpihakan adalah bersatunya suatu sekte untuk tujuan dan tindakan tertentu Akan ada keharmonisan, kerjasama dan kerja terorganisir di antara para anggotanya Ini terbagi menjadi keberpihakan yang patut dipuji dan keberpihakan yang tercela Golongan terpuji adalah golongan yang berkumpul untuk melakukan sesuatu yang dicintai Tuhan Yang Maha Esa, seperti ibadah, advokasi, jihad, atau pertolongan. Hendaknya ia berkomitmen pada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para Sahabat Hal ini dimaksudkan untuk mencari wajah Tuhan Yang Maha Esa dan surga-Nya, jauh dari fanatisme partai dan anggotanya Faksionalisme yang tercela adalah berkumpul untuk suatu tindakan tertentu yang bertentangan dengan apa yang Rasulullah SAW dan para sahabatnya alami. Atau mungkin cocok dengannya, tapi yang diinginkannya adalah dunia dan kekayaannya Partai yang ada di negara ini didominasi oleh fanatisme tercela terhadap partai dan rakyatnya serta kontrak kesetiaan dan penolakan terhadapnya. Mengenai kedua jenis pesta ini, Syekh al-Islam Ibnu Taimiyah radhiyallahu 'anhu berkata: Adapun ketua partai adalah ketua sekte yang menjadi partisan, artinya menjadi partai Jika mereka bersatu dalam apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, tanpa ada tambahan atau pengurangan. Mereka adalah orang-orang yang beriman, dan mereka mempunyai apa yang menjadi hak mereka dan apa yang menjadi hak mereka Sekalipun mereka menambah atau menguranginya, itu seperti fanatisme bagi mereka yang bergabung dengan partainya dengan kebenaran dan kepalsuan Dan berpaling dari orang-orang yang tidak ikut dalam kelompoknya, baik mereka benar maupun salah Ini adalah bagian dari perpecahan yang dikutuk oleh Tuhan Yang Maha Esa dan Rasul-Nya, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian Allah dan Rasul-Nya, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, memerintahkan persatuan dan kesatuan serta melarang perpecahan dan perselisihan Beliau memerintahkan kerja sama dalam kesalehan dan ketakwaan serta melarang kerja sama dalam dosa dan agresi