Ringkasan konsep Sunni Pemurnian diri Asal muasal pemurnian dan reformasi Mensucikan jiwa berarti menyempurnakannya dan menyucikannya dari segala kekotoran Tuhan Yang Maha Esa bersabda Siapa yang memurnikannya, ia berhasil, dan siapa yang merusaknya, ia gagal Pemurnian diri memiliki tiga posisi Pertama, menyucikannya dari kekufuran, kemusyrikan, kemunafikan, kemunafikan, maksiat, bid'ah, dan segala sesuatu yang mencemarkan jiwa. Kedua, bersuci dengan mencapai ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa melalui tauhid, keikhlasan, kejujuran, rasa ridha, ketundukan, dan segala amal shaleh hati lainnya. Ketiga, bersuci dengan berpegang teguh pada akhlak Islam dalam berhubungan dengan manusia Puncaknya adalah ciptaan sifat-sifat Tuhan yang indah, yang boleh dikarakteristikkan dan dianjurkan kepada manusia Seperti belas kasihan, pengampunan, keadilan, dll Sekaligus meneladani akhlak Nabi SAW, semoga Allah merahmatinya dan memberinya kedamaian Adapun rasa percaya diri yang berlebihan, memujinya, dan mengaguminya serta perbuatannya Itu adalah sesuatu yang menipu jiwa dan tidak menyucikannya