WEBVTT

00:00:00.180 --> 00:00:08.449
Ringkasan konsep Sunni

00:00:08.449 --> 00:00:14.449
Kehendak hukum dan kehendak universal antara persetujuan dan pemisahan

00:00:14.449 --> 00:00:20.410
Kehendak hukum dan kehendak universal mempunyai kasus

00:00:20.410 --> 00:00:24.410
Pertama, kedua keinginan itu bisa bersatu

00:00:24.410 --> 00:00:28.410
Seperti halnya orang yang taat, keimanan orang yang beriman

00:00:28.410 --> 00:00:32.409
Tuhan Yang Maha Esa menginginkan keimanan darinya menurut hukum Islam

00:00:32.409 --> 00:00:35.409
Kuna menghargainya

00:00:35.409 --> 00:00:39.570
Kedua, kedua keinginan itu mungkin tidak ada

00:00:39.570 --> 00:00:42.570
Seperti halnya orang mukmin yang tidak kafir

00:00:42.570 --> 00:00:47.570
Tuhan Yang Maha Esa secara sah tidak menghendaki orang beriman menjadi kafir

00:00:47.570 --> 00:00:51.759
Hal ini tidak dihilangkan oleh keberadaan atau takdir

00:00:51.759 --> 00:00:56.759
Thartha, salah satunya mungkin ada dan yang lainnya mungkin tidak ada

00:00:56.759 --> 00:00:58.759
Ini terjadi dalam dua kasus

00:00:58.759 --> 00:01:01.759
Yang pertama adalah kekafiran orang kafir

00:01:01.759 --> 00:01:05.760
Tuhan Yang Maha Esa secara sah menghendaki keimanan dari orang kafir

00:01:05.760 --> 00:01:08.760
Tapi Kuna tidak menghargainya

00:01:08.760 --> 00:01:12.760
Seperti yang dikatakan Nuh, saw, kepada umatnya

00:01:12.760 --> 00:01:16.760
Nasihatku tidak akan menguntungkanmu jika aku ingin menasihatimu

00:01:16.760 --> 00:01:20.760
Jika Tuhan ingin menggoda Anda

00:01:20.760 --> 00:01:24.760
Dialah Tuhanmu dan kepadaNya kamu dikembalikan

00:01:24.760 --> 00:01:27.890
Yang kedua adalah penistaan terhadap orang kafir

00:01:28.890 --> 00:01:32.890
Tuhan Yang Maha Esa secara hukum tidak menghendaki kekafiran dari orang kafir

00:01:32.890 --> 00:01:35.890
Tapi dia bisa saja melakukan hal tersebut
