Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Tembakan dan denyut nadi Adegan biografi Nabi dalam bacaan Muhammad Ditulis oleh Bapak Ali bin Muhammad bin Ali Al-Qarn Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Utusan Abu Bakreen Al-Siddiq kiri Setahun sebelum wafatnya Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian Dalam perdagangan ke Basra Bersamanya adalah Nuaiman bin Omar Al-Ansari Dan Suwaibit bin Harmalah Mereka termasuk orang-orang yang menyaksikan Badar Suwaybit bin Harmala bertanggung jawab atas perbekalan Naiman bin Omar bercanda Dia berkata pada Suwaibit, beri aku makan Dia berkata, “Aku tidak akan memberimu makan sampai Abu Bakar datang.” Kata Naiman pada Suwaibit Jika itu membuatmu marah Maka mereka melewati suatu kaum kata Naiman kepada mereka Anda akan membeli budak dari saya Mereka menjawab ya Dia berkata bahwa dia adalah seorang budak yang pandai berkata-kata Dan dia memberitahumu Saya bukan seorang budak Saya sepupunya Jika dia memberitahumu hal ini, kamu akan meninggalkannya Jangan membelinya Dan jangan merusak hamba-Ku Mereka bilang tidak Sebaliknya, kita membelinya dan tidak melihat apa yang dikatakannya Jadi mereka membelinya darinya seharga sepuluh sen Kemudian mereka datang untuk membawanya Jadi menjauhlah dari mereka Mereka mengalungkan sorban di lehernya Dia berkata kepada mereka Dia mengejek Saya bukan budaknya Dan mereka berkata Kami telah memberi tahu kami berita Anda Mereka tidak mendengarkan kata-katanya Kemudian Abu Bakar datang Jadi dia menceritakan kisahnya Jadi ikutilah orang-orangnya Jadi dia mengatakan kepada mereka bahwa dia bercanda Keluarga Hyades menanggapi mereka Dia membawa tongkat pemukul dari mereka Ketika mereka mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian Beritahu dia beritanya Dia dan teman-temannya menertawakan hal itu beberapa saat Seorang Badui mendatangi Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian Maka dia masuk ke dalam masjid Dan untanya menyebabkan kematiannya Beberapa sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata Oleh Nuaman bin Umar Al-Ansari Jika Anda menyembelihnya, kita bisa memakannya Kita telah sampai pada dagingnya Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mendenda harganya Maka Al-Na'iman menyembelihnya Kemudian orang-orang Badui itu pergi Dia melihat tunggangannya Dia berteriak Dan jadikanlah dia mandul, wahai Muhammad Kemudian Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, keluar dan berkata Siapa yang melakukan ini? Kata mereka Eman itu Jadi dia mengikutinya dan bertanya tentang dia Dia menemukannya di rumah Dabaa binti Al-Zubayr bin Abdul Muttalib Dia menghilang ke dalam selokan Dan dia menempatkan pohon-pohon palem dan ranting-ranting di atasnya Seorang pria menunjuk ke arahnya Dia meninggikan suaranya dan berkata Apa yang kulihat wahai Rasulullah Dia mengarahkan jarinya ke tempat itu Maka Rasulullah SAW mengeluarkannya Wajahnya diubah oleh daun lontar yang jatuh menimpanya Dan dia berkata kepadanya Apa yang membuatmu melakukan hal tersebut? Dia berkata Mereka yang mengarahkanmu kepadaku, ya Rasulullah Merekalah yang memerintahkanku Kemudian Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, mulai menyeka wajahnya dan tertawa Kemudian dia, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, mendendanya Aku sudah memberitahumu berita ini Mengetahui bahwa dengan air mata ada senyuman Dan bersama kesakitan ada kebahagiaan Dan dengan luka itu ada lelucon