Ringkasan konsep Sunni Kehidupan dunia dan akhirat Kehidupan dalam skala syariah bukanlah periode singkat yang mewakili kehidupan seseorang Ini bukanlah periode yang mewakili usia generasi Ini bukanlah periode yang disaksikan yang mewakili kehidupan umat manusia Kehidupan, menurut syariat, berlangsung dalam jangka waktu yang lama, dan dalam realitasnya melampaui jangka waktu yang terlihat oleh orang-orang yang mengabaikan akhirat dari perhitungan mereka, tidak mengimaninya, dan hanya menikmati kehidupan duniawi. Maha Suci Allah, Dia bersabda, “Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah permainan yang sepele dan permainan, tetapi rumah akhirat adalah kehidupan, seandainya mereka mengetahuinya.” Oleh karena itu, kehidupan dalam keseimbangan syariat mencakup periode khusus yang disaksikan di dunia ini dan periode kehidupan berikutnya yang tidak ada habisnya, dan di bumi yang fana ini ditambahkan surga seluas langit dan bumi, dan api yang dapat menampung banyak generasi yang telah menghuni muka bumi selama ribuan tahun. Inilah realita kehidupan dalam pengertian orang beriman tentang Tuhan dan Hari Akhir Adapun bagi mereka yang tidak beriman terhadap akhirat, persepsinya terhadap keberadaan dan persepsinya terhadap kehidupan manusia menjadi berkurang Mereka menjejalkan diri mereka sendiri, persepsi mereka, nilai-nilai mereka, dan perjuangan mereka ke dalam lubang kecil dan sempit dalam kehidupan duniawi ini Dari perbedaan persepsi dan pemahaman inilah bermula perbedaan tujuan, nilai dan sistem Segala puji bagi Allah yang telah membimbing kita pada agama ini, yang merupakan suatu tatanan kehidupan yang terpadu, harmonis, dan nilai akhirat terungkap dalam konstruksi persepsi, keyakinan, moral, perilaku, hukum, dan sistemnya. Ringkasan konsep Sunni