Ringkasan konsep Sunni Kemartiran demi Tuhan Martir, dalam bahasanya, adalah saksi saat ini Menurut hukum Islam, dia adalah orang yang dibunuh atas nama Tuhan dalam memerangi orang-orang kafir Allah memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya untuk menjadi saksi di jalan-Nya Disebutkan bahwa alasan pemberian nama syahid itu adalah karena itu Pertama, karena kematiannya di karena Allah merupakan kesaksian bahwa agama ini benar Dia layak untuk diperjelas Kedua, karena ruhnya menyaksikan surga sebelum memasuki tubuhnya pada hari kiamat Ketiga, membunuhnya demi Allah merupakan bukti ketulusan cintanya kepada Allah dan agamanya Keempat, darahnya menjadi tanda tangan yang menyatakan saksi akan kepastiannya bahwa utang itu lebih berharga baginya daripada dirinya sendiri Kelima, dia akan dibangkitkan pada hari kiamat, dan dia akan menyaksikan pembunuhannya, yaitu darahnya. Dia akan dibangkitkan dan lukanya akan mengeluarkan darah Warnanya warna darah dan baunya bau musk Keenam, syahid itu hadir dan hidup bersama Tuhannya, bukan mati Dia menjadi saksi atas kehormatan yang telah Tuhan persiapkan baginya melalui pembunuhan Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah kamu mengatakan orang-orang yang terbunuh di jalan Allah bahwa mereka telah mati.” Sebaliknya, mereka hidup, tetapi Anda tidak menyadarinya Kehidupannya, kami tidak mengetahui esensinya, tetapi Anda tidak memahaminya Dan Tuhan Yang Maha Esa berfirman, “Jangan mengira bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Tuhan adalah orang yang mati.” Sebaliknya mereka hidup dan diberi rezeki oleh Tuhannya Ketujuh, syahid hadir dengan pesannya yang tetap hidup di bumi Semua makna ini benar dan berlaku bagi orang yang syahid Sungguh suatu rahmat dan martabat Ringkasan konsep Sunni