Ringkasan konsep Sunni Nama Tuhan Yang Maha Bijaksana dan Apa Manfaatnya Orang bijak dalam bahasa menjelaskan arti yin Yang pertama adalah bijaksana, artinya penguasa Ini adalah bentuk berlebihan dari active participle dari active participle, penguasa Dalam hak Tuhan Yang Maha Esa, ia mengatur keputusannya dengan caranya sendiri Takdir dan kewajiban hukum atau hukuman Sebelumnya kita telah membahas tentang hukum konsep Nomor dari 50 hingga 52 Orang bijak kedua adalah orang yang mengatur dan menguasai segala sesuatu Tidak ada korupsi atau cacat di dalamnya Orang bijak adalah orang yang mempunyai kebijaksanaan Kebijaksanaan adalah meletakkan segala sesuatu pada tempatnya dan menempatkannya pada tempatnya Atau mengetahui hal-hal terbaik dengan ilmu-ilmu terbaik Dan inilah arti kedua dari orang bijak Tuhan Yang Maha Bijaksana, Dialah yang mempunyai hikmah tertinggi dalam ciptaan-Nya dan urusan-urusan-Nya Dia hanya mengatakan dan melakukan apa yang benar Tidak ada cacat atau kesalahan dalam pengelolaannya Pengaruh hikmah-Nya, Maha Suci-Nya, tampak pada seluruh ciptaan-Nya Bahkan makhluk lemah seperti semut dan serangga lainnya Kesempurnaan ciptaannya menandakan adanya Tuhan Yang Maha Bijaksana Sebagaimana ditunjukkan dengan terciptanya langit yang besar Dan bumi serta gunung-gunung di atasnya Dan dataran, sungai dan lautan di dalamnya Kebijaksanaan Tuhan mengharuskan Dia Yang Mahakuasa tidak melakukan sesuatu yang sia-sia atau demi kepentingan Semua tindakan dan perintahnya berasal dari kebijaksanaan agung Salah satu syaratnya adalah penetapan tujuan-tujuan terpuji dari penciptaan dan perintah Allah Dan menempatkan segala sesuatunya pada tempat yang tepat dan ritmenya dengan cara terbaik Menyangkal itu berarti mengingkari nama bijak dan implikasinya Intinya, hikmah Tuhan Yang Maha Esa terletak pada dua hal mendasar Hikmah dalam penciptaannya dan pengelolaan urusannya Dan hikmahnya ada pada hukum-Nya dan perintah-Nya, Yang Maha Kuasa