WEBVTT

00:00:01.360 --> 00:00:04.360
Berhenti

00:00:04.360 --> 00:00:12.140
Beliau berkenalan dengan para sahabat, ulama, dan tokoh-tokoh

00:00:12.140 --> 00:00:16.140
Sebuah tantangan baru dari saya

00:00:16.140 --> 00:00:23.739
Saya adalah sahabat Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, dari kaum Ansar

00:00:23.739 --> 00:00:29.800
Saya masuk Islam dan berjanji setia dengan tujuh puluh orang dalam Ikrar Kedua Aqaba

00:00:29.800 --> 00:00:33.799
Saya adalah salah satu orang yang menulis bahasa Arab sebelum Islam

00:00:33.799 --> 00:00:38.799
Saya menyaksikan semua adegan bersama Nabi, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian

00:00:38.799 --> 00:00:44.799
Saya adalah salah satu dari tiga pria yang dipilih oleh Rasulullah, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian

00:00:44.799 --> 00:00:48.799
Dia memerintahkan mereka untuk pergi ke Masjid Dirar

00:00:48.799 --> 00:00:50.799
Untuk menghancurkan dan membakarnya

00:00:50.799 --> 00:00:55.820
Dan ketika Nabi, semoga Tuhan memberkati dia dan memberinya kedamaian, meninggal

00:00:55.820 --> 00:00:57.820
Orang-orang menangisi dia

00:00:57.820 --> 00:01:01.820
Mereka berkata, “Saya harap kami mati sebelum dia.”

00:01:01.820 --> 00:01:03.820
Kami takut bahwa kami akan tergoda setelah dia

00:01:03.820 --> 00:01:05.920
Jadi saya berkata

00:01:05.920 --> 00:01:09.920
Tapi aku bersumpah aku tidak suka kalau aku mati sebelum dia

00:01:09.920 --> 00:01:14.920
Sampai aku percaya dia mati seperti aku percaya dia hidup

00:01:14.920 --> 00:01:21.230
Dia berpartisipasi dalam perang kemurtadan pada masa Musaylimah si Pembohong

00:01:21.230 --> 00:01:23.230
Saat itu adalah hari Al-Yamamah

00:01:23.230 --> 00:01:26.230
Orang-orang berbaris untuk bertarung

00:01:26.230 --> 00:01:28.230
Itu adalah Abu Aqeel, semoga Tuhan meridhoi dia

00:01:28.230 --> 00:01:30.230
Yang pertama terluka

00:01:30.230 --> 00:01:32.230
Lempar dengan anak panah

00:01:32.230 --> 00:01:36.230
Dia jatuh di antara bahu dan jantungnya tanpa terbunuh

00:01:36.230 --> 00:01:38.230
Jadi dia mengeluarkan anak panahnya

00:01:38.230 --> 00:01:41.230
Sisi kirinya lemah

00:01:41.230 --> 00:01:44.230
Fajar bagi para pengembara di akhir pasukan

00:01:44.230 --> 00:01:46.230
Saat pertempuran menjadi intens

00:01:46.230 --> 00:01:50.230
Kaum Muslim dikalahkan oleh tentara murtad

00:01:50.230 --> 00:01:54.230
Mereka mundur sampai mereka melewati kemah mereka

00:01:54.230 --> 00:01:56.230
Saya bangkit dan berteriak kepada orang-orang

00:01:56.230 --> 00:01:58.230
Wahai Ansar

00:01:58.230 --> 00:02:00.230
Wahai Ansar

00:02:00.230 --> 00:02:02.230
Tuhan adalah Tuhan

00:02:02.230 --> 00:02:04.230
Dan kartu itu melawan musuhmu

00:02:04.230 --> 00:02:07.230
Abu Aqeel, semoga Tuhan meridhoinya, mendengarkanku

00:02:07.230 --> 00:02:09.229
Dia bangkit ingin bertarung

00:02:09.229 --> 00:02:11.229
Jadi dia diberitahu

00:02:11.229 --> 00:02:13.229
apapun yang kamu inginkan

00:02:13.229 --> 00:02:14.229
Dia berkata

00:02:14.229 --> 00:02:16.229
Penelepon itu menyebutkan namaku

00:02:16.229 --> 00:02:18.229
Jadi dia diberitahu

00:02:18.229 --> 00:02:21.229
Dia hanya berkata, Wahai Ansar

00:02:21.229 --> 00:02:23.229
Bukan berarti terluka

00:02:23.229 --> 00:02:24.229
Dan dia berkata

00:02:24.229 --> 00:02:26.229
Saya seorang Ansar

00:02:26.229 --> 00:02:29.229
Dan aku menjawabnya meskipun dia merangkak

00:02:29.229 --> 00:02:33.229
Dia dengan tegas mengambil pedang di tangan kanannya

00:02:33.229 --> 00:02:35.229
Lalu dia berdiri di sampingku

00:02:35.229 --> 00:02:37.229
Dan dia mulai menelepon

00:02:37.229 --> 00:02:39.229
Wahai Ansar

00:02:39.229 --> 00:02:41.229
Sebuah bola seperti hari nostalgia

00:02:41.229 --> 00:02:45.229
Jadi berkumpullah, semoga Tuhan mengasihani kalian semua

00:02:45.229 --> 00:02:47.229
Mereka berkumpul di sekitar kami

00:02:47.229 --> 00:02:49.229
Kami berdiri teguh melawan orang-orang murtad

00:02:49.229 --> 00:02:52.229
Sampai kami membawanya ke taman

00:02:52.229 --> 00:02:55.229
Pedang bercampur antara kita dan mereka

00:02:55.229 --> 00:02:58.229
Hingga Musaylimah membunuh si pembohong

00:02:58.229 --> 00:03:01.229
Semoga Tuhan memberikan kemenangan kepada orang-orang yang beriman

00:03:01.229 --> 00:03:04.159
Adapun saudaraku Abu Aqeel

00:03:04.159 --> 00:03:08.159
Tangannya yang terluka terpotong di bagian bahu

00:03:08.159 --> 00:03:10.159
Saya jatuh ke tanah

00:03:10.159 --> 00:03:13.159
Dia memiliki 14 luka

00:03:13.159 --> 00:03:16.159
Semuanya akhirnya terbunuh

00:03:16.159 --> 00:03:20.159
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu keduanya bertemu dengannya

00:03:20.159 --> 00:03:22.159
Dia bertanya kepadanya milik lingkaran siapa

00:03:22.159 --> 00:03:24.159
kata Ibnu Umar

00:03:24.159 --> 00:03:25.159
Beritakan kabar baik

00:03:25.159 --> 00:03:27.159
Musuh Tuhan telah terbunuh

00:03:27.159 --> 00:03:31.159
Dia mengangkat jarinya ke langit, bersyukur kepada Tuhan

00:03:31.159 --> 00:03:33.159
Dan dia meninggal

00:03:33.159 --> 00:03:35.159
Lalu aku mengikutinya

00:03:35.159 --> 00:03:39.159
Dia terbunuh dalam pertempuran itu juga

00:03:39.159 --> 00:03:43.159
Ini terjadi pada tahun kedua belas Hijrah

00:03:43.159 --> 00:03:48.159
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Al-Siddiq radhiyallahu 'anhu

00:03:48.159 --> 00:03:50.479
Siapa saya?

00:04:01.740 --> 00:04:07.740
Komentar saat episode berikutnya keluar, Insya Allah
