Ringkasan konsep Sunni Menantikan masa depan Meramalkan masa depan bukanlah suatu bentuk dugaan atau ramalan Sebaliknya, hal ini didasarkan pada prediksi hasil masa depan berdasarkan data saat ini Negara-negara Barat telah mendirikan pusat-pusat dan departemen-departemen di mana penelitian dan studi dilakukan Kami lebih berhak mendapatkan hal ini dibandingkan mereka karena kami mempunyai sumber terpercaya untuk melaksanakannya Kita mempunyai Al-Qur’an dan penyebutan hukum-hukum ketuhanan, baik universal maupun sosial Kami memiliki hadits Rasulullah, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian Ini berisi informasi tentang peristiwa masa depan dan tanda-tanda kecil dan besar dari Hari Kiamat Kita harus mempelajari sejarah, mempertimbangkan fakta-faktanya, dan membandingkan contoh-contoh masa kini dengan fakta-fakta tersebut Menarik kesimpulan berdasarkan hukum Tuhan mengenai fakta sejarah ini Kami memiliki visi mukmin sejati dan penafsirannya melalui sumber keadilan yang dapat diandalkan Asalkan kita tidak berbenturan dengan suatu putusan hukum dan tidak yakin akan penafsirannya Beliau, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, berkata, “Pada akhir zaman, penglihatan orang beriman tidak akan salah.” Penglihatan yang paling benar adalah ucapan yang paling jujur Penglihatan orang beriman adalah salah satu dari 46 bagian kenabian yang diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi dan disahkan oleh Al-Albani.