WEBVTT

00:00:00.180 --> 00:00:09.119
Ringkasan konsep Sunni

00:00:09.119 --> 00:00:12.119
Prioritas yang tidak tepat

00:00:12.119 --> 00:00:18.019
Era kita ditandai dengan banyaknya permasalahan dan kompleksitas

00:00:18.019 --> 00:00:21.019
Dan banyaknya impor yang dipikirkan

00:00:21.019 --> 00:00:24.019
Jadi orang tidak tahu harus mulai dari mana

00:00:24.019 --> 00:00:27.019
Mana yang lebih baik ketika sedang ramai?

00:00:27.019 --> 00:00:32.020
Di sinilah banyak di antara kita yang melakukan kesalahan dalam menyusun prioritas tersebut

00:00:32.020 --> 00:00:35.020
Garam diprioritaskan di atas hal-hal penting

00:00:35.020 --> 00:00:37.020
Dan yang paling penting adalah yang paling penting

00:00:37.020 --> 00:00:40.020
Dia menawarkan apa yang kurang menarik baginya

00:00:40.020 --> 00:00:42.020
Apa yang lebih menarik baginya?

00:00:42.020 --> 00:00:44.020
Dan spoiler yang lebih besar

00:00:44.020 --> 00:00:47.020
Sebanyak itu mengurangi kerusakan

00:00:47.020 --> 00:00:50.109
Para ulama telah menetapkan prinsip-prinsip besar

00:00:50.109 --> 00:00:54.109
Dalam yurisprudensi anggaran dan yurisprudensi prioritas dan hasil

00:00:54.109 --> 00:00:58.109
Urutan yang benar antar hal telah selesai

00:00:58.109 --> 00:01:02.109
Inilah saat kepentingan saling bertentangan

00:01:02.109 --> 00:01:07.209
Ia mengutamakan kepentingan yang terwujud dibandingkan kepentingan yang dibayangkan

00:01:07.209 --> 00:01:11.209
Jika keduanya sama, kemunculannya diverifikasi

00:01:11.209 --> 00:01:14.209
Dia mengutamakan kepentingan yang lebih besar di atas formal

00:01:14.209 --> 00:01:19.209
Hal yang sama berlaku ketika kejahatan saling bertentangan

00:01:19.209 --> 00:01:23.209
Dia lebih memilih meninggalkan korupsi yang sebenarnya daripada yang dibayangkan

00:01:23.209 --> 00:01:26.209
Ketika mereka setara dalam verifikasi

00:01:26.209 --> 00:01:31.209
Melakukan korupsi kecil berarti menghindari korupsi besar

00:01:31.209 --> 00:01:36.239
Syekh Al-Islam Ibnu Taimiyyah, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mengasihaninya, mengatakan tentang hal ini

00:01:36.239 --> 00:01:41.239
Tidak boleh menghilangkan sedikit korupsi dengan banyak korupsi

00:01:41.239 --> 00:01:45.239
Seseorang juga tidak dapat mencegah keburukan yang lebih kecil dengan mencapai keburukan yang lebih besar

00:01:45.239 --> 00:01:50.239
Hukum syariah hadir untuk mencapai dan menyempurnakan kepentingan

00:01:50.239 --> 00:01:54.239
Menonaktifkan dan mengurangi efek berbahaya sebanyak mungkin

00:01:54.239 --> 00:02:00.239
Yang diperlukan adalah mengutamakan yang lebih baik dari kedua hal baik tersebut jika tidak memungkinkan keduanya bisa bersatu

00:02:00.239 --> 00:02:05.239
Dia menolak keburukan kedua keburukan jika dia tidak mencegah keduanya

00:02:05.239 --> 00:02:13.430
Seseorang mungkin berkata: Apa hubungan yurisprudensi anggaran dan prioritas dengan pemikiran yang cacat?

00:02:13.430 --> 00:02:18.430
Ini adalah isu-isu praktis dan terapan, bukan isu-isu intelektual

00:02:19.500 --> 00:02:26.500
Jawabannya adalah dengan mengatakan bahwa prinsip dari setiap tindakan dan kemauan adalah pemikiran dan pertimbangan

00:02:26.500 --> 00:02:30.500
Jika prioritas disusun dalam pemikiran

00:02:30.500 --> 00:02:36.500
Sehingga dimulai dengan kejadian imajiner yang paling penting, penting dan terverifikasi

00:02:36.500 --> 00:02:42.659
Hal ini mencerminkan karya yang disusun dalam kenyataan, baik secara negatif maupun positif

00:02:42.659 --> 00:02:48.659
Untuk melengkapi manfaatnya, kami akan memberikan beberapa contoh ketidakseimbangan dalam penentuan prioritas

00:02:48.659 --> 00:02:54.750
Pertama, mengutamakan jihad dibandingkan ketaatan kepada orang tua

00:02:54.750 --> 00:02:59.849
Lalu bagaimana dengan mereka yang lebih memilih melayani temannya daripada melayani orang tuanya?

00:02:59.849 --> 00:03:04.849
Kedua, melaksanakan dzikir atau shalat sunnah

00:03:04.849 --> 00:03:11.849
Untuk memberikan pertolongan kepada orang yang kesusahan, menjenguk orang sakit, menghormati tamu, atau menghormati istri

00:03:11.849 --> 00:03:19.099
Thaartha menawarkan ketaatan yang tidak ada habisnya atas ketaatan yang tidak ada habisnya

00:03:19.099 --> 00:03:26.099
Seperti seseorang yang mendahulukan mengerjakan doa-doa yang dibacakan setelah shalat fardhu dibandingkan shalat jenazah

00:03:26.099 --> 00:03:31.099
Ibarat seseorang yang memberi pelajaran atau mengajarkan ilmu pada malam Arafat

00:03:31.099 --> 00:03:35.099
Dia menawarkan kepadanya doa dan permohonan pada malam ini

00:03:35.099 --> 00:03:42.099
Atau dia menyajikan kajian ilmiah dengan mengikuti muazin, dan banyak contohnya

00:03:42.099 --> 00:03:50.330
Keempat: Disibukkan selama jihad pribadi dengan beberapa ibadah sunah dan mendahulukannya sebelum jihad

00:03:50.330 --> 00:03:55.460
Kelima, keasyikan dengan beberapa aliran Islam

00:03:55.460 --> 00:04:02.460
Mereka yang melakukan pelanggaran hukum tertentu, menghadapinya, dan menunjukkan permusuhan terhadapnya

00:04:02.460 --> 00:04:10.460
Hal ini harus diprioritaskan dibandingkan memberantas orang-orang kafir dan munafik yang ingin mengasingkan masyarakat dari agamanya

00:04:10.460 --> 00:04:17.459
Dia melenyapkan identitas keislaman mereka dan meninggalkan perjuangan mereka, baik dengan pernyataan maupun hukum

00:04:17.459 --> 00:04:24.680
Keenam, keasyikan mengundang orang dan lalai mengundang keluarga dan anak

00:04:24.680 --> 00:04:28.680
Atau tawarkan beberapa abaad kepada kerabat

00:04:28.680 --> 00:04:32.839
Lalu bagaimana dengan mereka yang menyibukkan diri demi dunia?

00:04:32.839 --> 00:04:40.839
Ketujuh: Memperhatikan amalan anggota badan dan mengabaikan amalan hati yang wajib dan haram

00:04:40.839 --> 00:04:47.100
Kedelapan: Sibuk dengan kesalahan orang lain dan mengabaikan kesalahan diri sendiri

00:04:47.100 --> 00:04:55.160
Kesembilan: Menafkahi kepentingan duniawi anak seperti makanan, minuman, kesehatan, dan belajar

00:04:55.160 --> 00:05:00.160
Tentang kepentingan agamanya dan tidak mengurusnya

00:05:00.160 --> 00:05:07.290
Kesepuluh: Mengutamakan dunia dan perhiasannya di atas urusan agama dan akhirat
