Ringkasan konsep Sunni Peran akal dan tanda-tanda, yaitu mukjizat, dalam kepercayaan kepada para rasul Akal dalam bidang keimanan kepada para Rasul hanya sebatas mengkaji tingkah laku mereka dan ibadah mereka yang baik kepada Tuhannya Dan pertimbangkan kredibilitas ayat-ayat dan mukjizat yang mereka lakukan Sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi SAW Tidak ada seorang nabi pun kecuali dia diberi tanda-tanda yang serupa dengan apa yang diyakini manusia kepadanya Namun apa yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang diwahyukan Tuhan kepadaku Semoga aku menjadi orang yang paling banyak mengikuti di hari kiamat Setuju Sejalan dengan itu, peranan akal dengan Al-Qur’an mengenai keimanan kepada para Rasul Ini adalah kontemplasinya dan konfirmasi atas pengalaman semua utusan Dan segala sesuatu yang disebutkan bertentangan dengan mereka Dan terapkan apa yang diutarakan dengan mengikuti mereka dan meneladani petunjuk mereka Oleh karena itu, setiap rasul atau nabi harus percaya Dengan menggabungkan melihat biografinya dan melihat keajaiban serta hal-hal supranatural yang muncul di tangannya Hal supernatural saja tidak cukup Karena Allah mungkin menyerahkannya ke tangan salah satu orang kafir, maka hal itu merupakan berkah baginya dan bagi orang-orang yang mengikutinya. Karena pelanggaran mereka terhadap hukum dan petunjuk Tuhan Hal ini akan terjadi di tangan Antikristus pada akhir dunia supranatural Padahal di antara matanya tertulis bahwa dia kafir Setiap orang yang percaya kepada Tuhan membacanya Adapun ketika dia menceritakan kepada seseorang yang ditangannya muncul suatu tanda atau mukjizat Siapakah sebelum Nabi kita, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya kedamaian, bahwa dia adalah seorang nabi Dengan tingkah lakunya yang baik dan ibadahnya kepada Tuhan Kemudian dia bersertifikat Keajaibannya adalah bukti ketulusannya