Bagian dari Tafsir al-Tabari (seri lengkap) · Pelajaran 241 dari 308

Kesimpulan Tafsir Al-Tabari Episode (94) | Surat Al-Sharh

◉ 0 tayangan ⏱ 2:15 Audio terjemahan — Bahasa Indonesia
0:000:00

Transkrip

Terjemahan mesin — mungkin ada kesalahan
0:00 Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
0:05 Kesimpulan dari tafsir Al-Tabari
0:08 Hal itu dirangkum oleh Dr. Aqeel bin Salem Al-Shammari
0:12 Surat Al-Sharh
0:18 Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
0:22 Bukankah kami sudah menjelaskan dadamu padamu?
0:25 Kami telah menghilangkan beban Anda
0:29 Siapa yang menerkam punggungmu
0:33 Kami telah menyampaikan mention Anda kepada Anda
0:36 Karena bersama kesulitan ada kemudahan
0:44 Jika kosong, tuangkan
0:47 Dan kepada Tuhanmu, aku menghendaki
0:52 Bukankah kami telah menjelaskan kepadamu wahai Muhammad petunjuknya?
0:55 Iman kepada Tuhan dan pengetahuan tentang kebenaran adalah hatimu
0:58 Kami akan melunakkan hatimu dan menjadikannya bejana hikmah
1:03 Kami telah mengampuni dosa-dosamu yang lalu
1:06 Kami singkirkan darimu beban masa pra-Islam yang kamu jalani
1:11 Orang yang membebani punggungmu melemahkannya
1:14 Kami telah menyampaikan mention Anda kepada Anda
1:16 Saya tidak ingat kecuali hal itu disebutkan bersama saya
1:20 Dengan kesusahan yang Anda alami, ada harapan dan kelegaan
1:24 Bahwasanya kamu akan menang atas mereka sehingga mereka tunduk pada kebenaran yang kamu bawakan kepada mereka, baik secara sukarela maupun tidak
1:31 Kemudian dia memerintahkan Nabinya untuk melakukan thraagh dari segala kesibukannya
1:37 Siapapun yang menguasai dunia, maka akhiratnyalah yang membuatnya sibuk dengan dunia itu
1:41 Dia memerintahkan dia untuk menyibukkan dirinya dengan itu sampai tugu tempat pemujaannya
1:45 Cemburu pada apa yang mendekatkan dirinya dan menanyakan kebutuhannya
1:50 Dan kepada Tuhanmu wahai Muhammad, maka wujudkanlah keinginanmu
1:53 Tanpa siapapun lagi dari ciptaan-Nya
1:56 Karena orang-orang musyrik itu berasal dari kaummu
1:59 Mereka telah menjadikan keinginan mereka sebagai kebutuhan mereka akan Tuhan dan sederajat